TERTUNDA KARENA PANDEMI, LABINOV KEMBALI DILANJUTKAN TAHUN INI

MARTAPURA – Setelah hampir satu tahun kegiatan Laboratorium Inovasi Kabupaten Banjar tertunda akibat pandemi covid-19 Kamis (04/03/2021) pagi. Melalui bidang Penelitian Pengembangan Data dan Informasi Bappeda Litbang sebagai kordinator aksi, kembali menggelar kegiatan lanjutan yaitu Sosialisasi Inovasi Tahap Design yang dibuka oleh Sekretaris Bappeda Litbang Jurji Zaidan.

Acara dihadiri SKPD, Kecamatan, Kelurahan, UPT Puskesmas berinovasi, dan bertindak sebagai narasumber dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Antun Nastri Sidik, dkk.

Dalam sambutan Jurji menyampaikan bahwa kegiatan ditahun 2020 memang sempat sempat tertunda karena beberapa kegiatan terdampak rasionalisasi anggaran termasuk salah satunya Laboratorium Inovasi Kabupaten Banjar, rasionalisasi tersebut dilakukan dalam rangka mendukung penanganan covid di Kabupaten Banjar.

“Beberapa SKPD sebagian inovasinya yang pernah diusulkan ditahun lalu tentunya sekarang sudah memasuki tahap lebih lanjut, karena saya yakin meskipun covid 19 masih berlangsung hal ini tetap tidak mengurangi semakangat rekan-rekan di SKPD,” ujar Jurji.

Sekretaris Bappeda Litbang mengingatkan kepada para peserta rapat agar memanfaatkan moment yang ada untuk konsultasi terkait inovasi yang ada di SKPD nya.

“Saya harap kita bisa memanfaatkan semaksimal mungkin pendampingan dari LAN ini sehingga nanyinya inovasi kita bisa memberi manfaat agar dapat mewujudkan visi dan misi Bupati Banjar,” jelasnya.

Sementara itu sebelum paparan, Antun menyampaikan apresiasinya karena Kabupaten Banjar mempunyai aplikasi Intan Bakilau yang mewadahi dan mendokumentasikan inovasi yang ada di SKPD, Kecamatan, Kelurahan serta UPT Puskesmas yang ada di Kabupaten Banjar.

“Sangat jarang Kabupaten yang mempunyai aplikasi seperti Intan Bakilau walau ada covid agar tetap semangat, dan SKPD bisa memodifikasi inovasinya menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekarang,” ungkap Antun.

Setelah Antun,dkk memaparkan dan menjelaskan banyak hal, Antun mengharapkan agar nantinya inovasi-inovasi yang ada bisa masuk ajang Sinovik, IGA, dan lain sebagainya.

“Semoga Inovasi bisa mengharumkan dan mengangkat nama daerah, oleh karena itu perlu koordinasi antara SKPD terkait yang berwenang terhadap lomba-lomba tersebut,” pungkasnya. (ADB/Bappeda Litbang)

%d bloggers like this: