EVALUASI HASIL PENELITIAN, BAPPEDALITBANG GELAR RAPAT DENGAN UNISKA

MARTAPURA – Untuk mengetahui sejauh mana  perkembangan penelitian hasil kerjasama dengan Univesitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) terkait penelitian yang rencananya akan mengangkat tema sosial ekonomi ditengah wabah Covid-19 yang ada di Kabupaten Banjar.  Senin (12/10/2020) pagi, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar melalui bidang Litbang Data dan Informasi menggelar kegiatan rapat dengan agenda penyampaian laporan antara hasil penelitian yang telah dilaksanakan.

Rapat dipimpin langsung oleh Galuh Tantri Narindra di Aula Bauntung didampingi Kabid Litbang Data dan Informasi Ridwan Sya’rani serta moderator acara Kasubbid litbang Haris Utomo.

Masih dalam suasana Covid-19 maka dilakukan pembatasan terhadap peserta di ruang rapat sehingga sebagian rapat diikuti para peserta melalui aplikasi Google Meet.

Tantri, sapaam akrab Kepala Bappedalitbang dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar hasil penelitian sesuai dengan yang diharapkan sebagai langkah penanganan permasalahan ekonomi ditengah masyarakat yang terdampak.

“Terima kasih kami ucapkan kepada uniska atas kerjasamanya dan dapat mengakoodinir penelitian sehingga sesuai dengan yang kami harapkan khususnya dampak pandemi terhadap beberapa sektor diantaranya perekonomian, pendidikan serta kesehatan sehingga kedepannya dapat dilakukan langkah penanganan terhadap dampaknya melalui rekomendasi hasil penelitiaan.” Ujarnya.

Dalam rapat ini, Kepala Bappedalitbang juga mengharapkan kepada para peserta agar dapat menyampaikan data, analisi dan masukan sehingga semua dapat berkontribusi pada penelitian yang dilaksanakan. Selain itu juga diingatkan agar pelaksanaan kegiatan tetap mematuhi standar protokol Covid-19.

Sementara itu Nurul Listiyani dkk, dalam paparan materinya menjelaskan bahwa dibulan Oktober ini perkembangan penelitian sudah sampai tahap analisis.

“Akibat pandemi beberapa sektor terkena imbas penurunan yang signifikan khususnya usaha ekonomi ditengah masyarakat karena faktor menurunnya jumlah permintaan sehingga dengan otomatis menurunkan tingkat produksi usaha”. Jelas Nurul.

Beberapa kendala dalam pemasaran produk online juga berpengaruh terhadap penjualan produk UMKM masyarakat, diantaranya karena masih ketidaktahuan masyarakat terhadap tatacara penjualan secara online kemudian tidak mempunyai fasilitas sarana pendukung baik gadget maupun internet.

“Dari penelitian ini nantinya akan diberikan  rumusan masalah diantaranya  bagaimana dampak Covid-19 terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, sektor-sektor usaha mana saja yang terdampak serta mendapatkan arah kebijakan yang dapat diterapkan pemerintah khususnya Kabupaten Banjar.” pungkasnya

Kegiatan ini diikuti Bappeda litbang, Tim peneliti LPPM Uniska Banjarmasin, serta beberapa dinas terkait lainnya. (ADB/Bappedalitbang)

%d bloggers like this: