KABUPATEN BANJAR IKUT TERDAMPAK COVID-19 SEPERTI KABUPATEN LAINNYA

MARTAPURA – Selasa (04/08/2020) pagi, melalui bidang Penelitian dan Pengembangan.  Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan rapat laporan Lanjutan  terkait penelitian “Dampak  Sosial Ekonomi Pandemi COVID-19 di Kabupaten Banjar” yang dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi zoom meeting yang dipimpin langsung Kepala Bapppeda Litbang Galuh Tantri Narindra bersama narasumber dari LPPM Uniska Banjarmasin Nurul Listiyani dkk.

Dalam sambutannya Tantri mengucapkan terima kasihnya kepada Uniska karena bisa menjalin kerjasama penelitian dengan Kabupaten Banjar terkait dampak Covid-19 terhadap perekonomian di Kabupaten Banjar.

“Semoga dengan penelitian ini pemerintah daerah dapat rekomendasi untuk fokus perhatian dalam menentukan langkah arah kebijakan perekonomian  dan bagaimana penanganan terhadap masyarakat yang terdampak secara sosial ekonomi akibat dampak dari pandemi Covid-19.’ ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Nurul Listiyani, memaparkan bahwa Kabupaten Banjar sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan yang selama pandemi Covid-19 mengalami dampak ekonomi yang hampir sama dengan Kabupaten/Kota lainnya.

“Berdasarkan data masyarakat terdampak berjumlah 9423 orang yang terdiri dari buruh tani, karyawan yang dirumahkan/PHK, pekerja wisata, nelayan, pembudidaya ikan selain itu dari data 36913 orang dipertimbangkan mendapatkan bantuan.” Jelasnya.

Menurut Nurul, dari penelitian ini diharapkan mendapatkan rumusan masalah diantaranya  bagaimana dampak Covid-19 terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, sektor-sektor usaha mana saja yang terdampak serta mendapatkan arah kebijakan yang dapat diterapkan pemerintah

Kabupaten Banjar untuk mengatasi dampak tersebut. Kegiatan ini diikuti Bappeda litbang, LPPM Uniska Banjarmasin, serta beberapa dinas terkait lainnya. (ADB/Bappeda Litbang)

%d bloggers like this: