PERTUMBUHAN EKONOMI KALSEL DIPERKIRAKAN AKAN MENINGKAT KEMBALI

MARTAPURA – Badan Penelitian Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Banjar melalui bidang Litbang Data dan Informasi Rabu (24/06/2020), menggelar kegiatan rapat terkait Kajian Pendahuluan  “Dampak  Sosial Ekonomi Pandemi COVID-19 di Kabupaten Banjar” yang dilaksanakan secara daring mengguanakan aplikasi zoom meeting yang dipimpin langsung Kepala Bapppeda Litbang Galuh Tantri Narindra, didampingi Kabid PPDI Ridwan Sya’rani dan Kabid Perekonomian Santi Nurlaela bersama narasumber dari LPPM Uniska Banjarmasin Nurul Listiyani dkk.

Dalam sambutannya Tantri, menyampaikan kembali agar dalam proses pelaksanaan penelitian tim peneliti  selalu mengggunakan standar-standar protokol Covid-19.

“Semoga hasil dari penelitian ini nantinya akan ada rekomendasi tentang bagaimana penanganan terhadap masyarakat yang terdampak secara sosial ekonomi” Ujarnya.

Sementara itu dalam paparannya Nurul Listiyani, menyebutkan bahwa dari penelitian awal secara spasial seluruh wilayah Indonesia mengalami perlambatan ekonomi pada triwulan I 2020, adapun perlambatan tersebut disebabkan oleh menurunnya permintaan domestik sebagai dampak dari pembatasan aktifitas sosial-ekonomi karena kebijakan social distancing atau PSBB  untuk mengantisipasi penyebaran pandemi COVID-19.

“Dalam penelitian ini indikator ekonomi akan kita cari melalui data primer yaitu membagi kuisioner dan wawancara, tentunya dengan melaksanakan standar protokol, selain itu juga melalui data sekunder yang didiambil dari beberapa sektor data diantaranya  BPS, Bank Infodnesia (BI), SMERU, Disperindag, Dinas Pertanian serta Dinas Perikanan.” Jelas Nurul.

Ditambahkan oleh Rizka Zulfikar, mengenai prospek ekonomi Kalsel dimana pertumbuhan ekonomi Kalsel pada triwulan III 2020 diperkirakan secara bertahap tumbuh meningat dibandingkan dengan triwulan II 2020 dengan level pertumbuhan yang relatif rendah, terutama bersumber dari peningkatan konsumsi rumah tangga, dan investasi, ditengah perbaikan kinerja ekspor dan import.

Menurut Rizka, investasi juga diperkirakan akan tumbuh melambat seiring telah selesainya beberapa proyek besar ditahun 2019 ditengah berbagai proyek infrastruktur pemerintah dan swasta yang tertahan.

“selain aspek ekonomi beberapa sektor lainnya juga terdampak  COVID-19 seperti pendidikan dan kesehatan” ungkap Rizka seraya memaparkan lebih lanjut terkait laporan pendahuluannya. (ADB/Bappeda Litbang)

%d bloggers like this: