TANTRI “PENYUSUNAN RENCANA SMART CITY HARUS BERDASARKAN DATA DAN KEBUTUHAN”

MARTAPURA – “Melalui smart city terjadi sinkronisasi dan sinergi perencanaan, sehingga akan lebih cepat mendorong proses pengembangan smart city yang efisien dan efektif di Kabupaten Banjar,” ujar Guru Khalil, panggilan akrab Bupati Banjar saat memberikan sambutannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Masterplan Smartcity Tahap I yang digelar di Gedung Mahligai Sultan Adam, Martapura (9/7) yang dihadiri para peserta berasal dari berbagai stakeholder, instansi dan komunitas terkait di Kabupaten Banjar serta narasumber  Nova Zanda, dari Direktorat LAIP Kominfo Pusat.

Bupati Banjar H. Khalilurrahman juga mengapresiasi terpilihnya Kabupaten Banjar pada program Gerakan Menuju 100 Smartcity, dimana pada tahun 2018 lalu tidak lulus pada sesi assessment.

Mengawali sosialisasi Kepala Bappeda Litbang Galuh Tantri Narindra, memaparkan kesiapan Kabupaten Banjar dalam menyusun masterpan smart city dimana telah dilakukan inventarisasi kebutuhan awal. “Menyusun rencana pengembangan smart city bukan berdasarkan keinginan tetapi berdasarkan data dan kebutuhan yang tepat agar masterplan yang disusun menjadi komprehensif,” kata Tantri.

Sementara itu Nova Zanda dari Direktorat LAIP Kominfo menyampaikan, penerapan Perpres 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan salah satu pilar dari smart city, yaitu smart government.

“Pelaksanaan amanat Perpres SPBE merupakan kewajiban, dengan demikian program yang akan dituangkan dalam masterplan dan quickwin berupa inovasi yang benar-benar sesuai dengan karakteristik daerah,” kata Nova.

Nicodemus Semu dari Perbanas Institut, selaku Tim Pelaksana Smart City dan Tim Penulis Masterplan mengajak diskusi peserta bimtek tentang penerapan smart city. Ia mengharapkan wujud smart city nantinya sesuai dengan motto Kabupaten Banjar, yaitu sejahtera dan barokah. Kota Martapura sendiri dikenal sebagai tambang intan dan dijuluki Serambi Mekkah.

Kegiatan bimtek yang dipandu oleh Farid Soufian tersebut merupakan kegiatan awal atas terpilihnya Kabupaten Banjar pada Gerakan Menuju 100 smartcity tahun 2019 dan direncanakan berlangsung selama 2 hari 9-10 Juli 2019. (ADB/Kominfo Banjar)

%d bloggers like this: