GURU KHALIL KICK OFF PEMBONGKARAN 232 JAMBAN TERAPUNG DI SUNGAI MARTAPURA

MARTAPURA – Dinas PUPR Kabupaten Banjar menggalakan Kick Off Pembongkaran Jamban Terapung 2019, sekaligus launching Gerakan Bersama Realisasi Akses Sanitasi, kegiatan digelar di Masjid At Taqwa Pekauman Martapura Timur, Kamis (13/4).

Kegiatan tersebut dilaksakan dalam rangka mensukeskan visi misi Bupati Banjar, H Khalilurrahman yakni membongkar seribu jamban apung dimasa kepemimpinannya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banjar M Hilman, menjelaskan bahwa   Kick Off Pembongkaran Jamban Terapung Tahun 2019 merupakan kelanjutan kegiatan pembongkaran jamban terapung tahun 2018 dari rangkaian dari Program Penghapusan seribu buah Jamban Terapung Pemkab Banjar tahun 2016 sampai dengan tahun 2020.

Sampai tahun 2018, Dinas PUPR Kabupaten Banjar bersama dengan Pemerintah Desa serta partisipasi warga masyarakat secara mandiri sudah membongkar jamban apung sejumlah 294 buah.

Dalam mendukung program penghapusan jamban terapung dan sesuai misi meningkatkan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan, pada tahun 2018 telah dilaksanakan beberapa kegiatan.

Adapun kegiatan dan lokasi berada di empat Kecamatan dan di 21 kelurahan dan desa. Terdiri dari Kecamatan Martapura sebanyak 61 jamban yakni Kelurahan Murung Keraton sebanyak 10 jamban, Murung Kenanga sebanyak 11 jamban, Tambakbaru sebanyak 10 jamban apung, Tambak Baru Ilir sebanyak 16 jamban apung, dan di Tambak Baru Ulu sebanyak 14 jamban.

Kecamatan Martapuratimur sebanyak 140 jamban, terdiri dari Tambak Anyar Ulu 15 jamban, Antasan Senor 17 buah, Antasan Senor Ilir 20 jamban, Tambak Anyar sebanyak 10 jamban, Tambak Anyar Ilir sebanyak 10, Pekauman ada 8 jamban, Melayu ada 12 jamban, Melayu Ilir ada 8 jamban, Dalam Pagar ada 15 jamban, Dalam Pagar Ulu ada empat jamban, Keramat ada tujuh jamban, Keramat Baru ada 14 jamban,

Kecamatan Martapura Barat total ada 47 jamban apung, di Teluk Selong sebanyak tujuh jamban, Tangkas ada 19 jamban dan Keliling Benteng Ulu ada 21 jamban. Kecamatan Sungai Tabuk di Desa Keliling Benteng Ilir ada 22 jamban.

Melalui kegiatan pengurangan jamban terapung ini, para SKPD, camat, lurah atau pembakal dapat memberikan bantuan demi kelancaran pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Dengan harapan masyarakat untuk bisa merubah kebiasaan agar tidak menggunakan jamban terapung. Turut berhadir dalam acara para kepala SKPD salah satu dinataranya Bappeda litbang yang dihadiri Kepala Badan Galuh Tantri Narindra, Forkomfinda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. (TribunNews/ADB/BappedaLitbang)

%d bloggers like this: