EKSPOSE AWAL IDENTIFIKASI KARET SEBAGAI KOMODITAS UNGGULAN KABUPATEN BANJAR

Martapura (23/05/2016), Tahun 2015 lalu Indonesia telah menyumbang 26% produksi karet dunia (3,2 juta ton). Sedangkan yang terserap di dalam negeri hanyalah 550.000 ton (18%).  Penggunaan karet alam untuk infrastruktur jalan dari 500.000 km jalan hanya 229.000 km yang sudah di aspal. Yang sekarang ini di kembangkan adalah aditif aspal karet alam (campuran aspal dengan kompon karet untuk meningkatkan mutu jalan.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah melaui bidang ekonomi mengadakan acara ekspose awal identifikasi produk industri karet di Kabupaten Banjar yang dipimpin oleh Kepala Bidang Ekonomi Ajidinnor Ridhali, SE, MM

Dalam agenda rapat tersebut dibahas mengenai maksud kegiatan ini adalah mempertahankan dan memperkuat posisi Kab. Banjar sebagai salah satu sentra karet Kalsel. Pencapaian sasaran RPJMD 2016-2021 di Bidang Perkebunan khususnya karet. Perencanaan peningkatan kesehjateraan petani Tan. Perkebunan khususnya karet. Keterkaitan antara pihak pabrikan/ industri produk karet (sektor hilir) dengan on-farm. Dan juga mendorong adanya pabrikan produk karet di Kalsel (khususnya ban mobil dan sepeda motor).

Sedangkan tujuan kegiatan ini adalah mengidentifikasi produk industri karet dan kemungkinan dibangunnya pabrik industri karet.  Peningkatan nilai tambah karet melalui kualitas produksi. Perbaikan & pengembangan jaringan pemasaran melalui keterkaitan dengan pihak industri. Pengembangan berdasar klaster dan rancangan diversifikasi usaha UPPB untuk penyediaan bahan olahan karet dan pendapatan kelompok. Serta intervensi kebijakan dan peningkatan peran Pemkab Kabupaten Banjar untuk keterkaitan petani pihak industri.

Kegiatan ini merupakan ekspose awal identifikasi produk industri karet Kabupaten Banjar pada tahun 2016 dan nantinya akan dilaksanakan kembali lanjutan dari kegiatan ini yaitu ekspose antara identifikasi produk industri karet di Kabupaten Banjar. (ADB/Eko)

Leave a Reply

%d bloggers like this: