PASAR RAKYAT DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN TOKO MODERN

Martapura, sumber daya manusia di pasar tradisional masih lemah sehingga kondisi pasar tradisonal secara fisik sangat tertinggal sehingga perlu adanya program kebijakan untuk melakukan pengaturan. Selain itu jarak antara pasar tradisional dengan hypermarket yang saling berdekatan dan juga tumbuh pesatnya minimarket (yang dimiliki pengelola jaringan) ke wilayah pemukiman juga menjadi salah satu faktornya.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah melalui Bidang Perekonomian mengadakan acara ekspose laporan antara penyusunan dokumen strategi pasar rakyat menghadapi perkembangan pasar modern yang dipimpin oleh kepala bidang Perekonomian Ajidinnor Ridhali, SE, MM

Dalam acara tersebut dibahas mengenai  aspek yang menjadi fokus kajian adalah aspek kebijakan & kelembagaan yaitu kebijakan yang berkenaan dengan pasar tradisonal dan Infrastruktur yaitu bangunan, kios dagang, gang antar kios, jalan utama, identitas (papan nama, gapura atau tugu), papan informasi, toilet, mushola, air bersih, drainase, parkir, pemadam kebakaran dan tempat serta pembuangan sampah.

Pembangunan/ renovasi/ revitalisasi pasar tradisional dilakukan dengan pola kerjasama antara pemerintah dan swasta yang terencana yaitu pemerintah bersama PD pasar, BUMD dan BPD. Melibatkan pihak swasta membangun pasar tradisional dimana pihak swasta bisa mengelola dan menerima retribusi pasar selama 10 tahun untuk mengembalikan investasinya beserta labanya, untuk selanjutnya retribusi pasar tradisional setelah 10 tahun hak pemerintah daerah sehingga daerah akan mandiri mengelola dan membangun pasar baru di daerah masing-masing.(ADB/Eko)

Leave a Reply

%d bloggers like this: