EKSPOSE AKHIR IDENTIFIKASI POTENSI PEMASARAN INDUSTRI KARET

Martapura, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bertempat di Aula Lt. III Bauntung Kabupaten Banjar  mengadakan acara Ekspose Akhir Identifikasi potensi pemasaran industri karet Kabupaten Banjar yang dipimpin oleh Kepala Bidang Ekonomi Ajidinnor Ridhali, SE, MM

Dalam rapat tersebut dibahas mengenai keadaan umum petani yang diantaranya :

  • Hubungan dengan pembeli/ pedagang umumnya hubungan langganan. Walaupun hubungan langganan yang terjadi bukan dalam arti sangat tergantungnya penjual kepada pembeli (patron klien), namun pembentukan harga tidak kompetitif (posisi tawar petani lemah) karena terlalu banyak jumlah petani berhadapan dengan hanya satu pedagang pengumpul
  • Cara pembayaran dengan pedagang, cara tunai
  • Petani bersedia cara penjualan bersama/ kelompok, dengan syarat selalu dibayar tunai, dan harga lebih tinggi dari harga yang ada sekarang
  • Permasalahan yang dihadapi : Masalah pemasaran lebih dianggap penting dari pada masalah biaya pemeliharaan.

Keadaan umum pedagangnya adalah :

  • Umur pedagang berkisar 42 – 60 tahun, rata – rata 50, 5 tahun
  • Motivasi utama berdagang untuk memperoleh pendapatan/ keuntungan
  • Jumlah petani yang dibeli oleh masing – masing pedagang rata – rata 26 – 30 petani
  • Umumnya pedagang menjual ke pedagang besar/ pabrik
  • Hubungan dengan pembeli adalah berlangganan
  • Pedagang berkeinginan selalu meningkatkan jumlah pembeliannya kepada petani. Tetapi tidak menyebabkan naiknya harga di tingkat petani. Ini ciri pasar tidak efisien, yaitu bila 2 (dua) tingkat pasar (tingkat pembeli dan tingkat petani) tidak terintegrasi, penyebabnya adalah adanya keragaan pasar (Performance) dan atau perilaku pasar (Condact) yang tidak bekerja sempurna
  • Permasalahan yang dihadapi, masalah harga yang tidak menentu

Pendekatan penelaahan yang digunakan adalah penelaahan Commodity Approach, yaitu dengan melakukan perubahan hanya pada bentuk barangnya, sedangkan pelakunya, fungsi – fungsi tindakan pada barang, dan kelembagaannya tidak dirubah (hanya menyesuaikan).

Pendekatan penelaahan lain adalah pendekatan kelembagaan (instutional Approach), yaitu rantai pemasaran dan atau lembaga/ pelakunya yang dirubah, ditambah atau dikurangi, terutama simpul yang tidak efisien dan atau tidak lancar dihilangkan dalam hal ini bisa diganti dengan lembaga/ pelaku yang baru. Sedangkan bentuk barangnya tetap diproduksi/ dipasarkan seperti yang ada. (ADB/Eko)

Leave a Reply

%d bloggers like this: