BAPPEDA KAB. BANJAR ADAKAN RAPAT KOORDINASI LINGKUP PERTANIAN

Martapura, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Banjar melalui Bidang Ekonomi BAPPEDA Kabupaten Banjar mengadakan acara rapat koordinasi lingkup pertanian yang dipimpin oleh Kepala Bappeda Kabupaten Banjar H. M. Rusdi, ST. MT dan juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Ir. H. Nasrun Syah, MP yang memberikan semangat serta motivasi agar kegiatan ini menjadi tambah sukses, dan tim menjadi tambah semangat dalam mengerjakan kegiatan ini.

Dalam acara tersebut dibahas mengenai hasil kunjungan di Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah diketahui bahwa luas lahan pertanian di daerah tersebut sebesar 32.000 Ha. Peningkatan produktivitas padi menggunakan bakteri dan pupuk organik. Produktivitas padi meningkat dari 6 s/d 7 ton  menjadi 12 ton, hal ini diujikan sampai tujuh kali musim tanam. Selain padi, komoditas yang dikembangkan yaitu jagung, kacang, dan kedelai.

Sistem pertanian yang dikembangkan di Kabupaten Pemalang menggunakan sistem tadah hujan menggunakan pompa besar air dalam sebesar 13 inchi. Dengan luasan 300 Ha terdapat 13 buah pompa air dalam. Dinas yang bertanggung jawab dalam pembangunan pompa tersebut adalah Dinas Bina Marga dan SDA, sedangkan Dinas Pertanian hanya sebabai pengguna.

Alasan keberhasilan peningkatan produktivitas padi di Pemalang antara lain :

  1. Menggunakan bakteri untuk pupuk organik
  2. Pengaturan tata air menggunakan pompa air dalam dan galangan air. Sedangkan di Kabupaten Banjar tidak memiliki galanagn air seperti sengkedan di Pulau Jawa atau Subak di Bali
  3. Lahan tidak sempat kosong karena ditanami tanaman palawija secara bergantian

Kabupaten Banjar memiliki luasan lahan sebesar 71.000 Ha dengan produktivitas 3-4 ton. Sebenarnya Kabupaten Banjar bisa meningkatkan produktivitas seperti di Kabupaten Pemalang dengan catatan :

–       Pengaturan tata kelola air/pembenahan tata struktur air

–       Penyiapan sarana dan prasarana

–       Peningkatan SDM dan mengubah mindset petani agar tidak pasrah dengan musim

Selain itu Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banjar sebenarnya sudah mempelajari teknologi yang dikembangkan Pa Bening narasumber pelatihan PELD di Hotel Roditha, tinggal memilih metode mana yang paling tepat untuk dikembangkan. Luas lahan pertanian di Kabupaten Banjar sebesar Rp 60.000 Ha dengan luas lahan abadi sebesar 15.000 Ha, namun belum dioptimalkan penggunaanya. Oleh karena itu dilakukan strategi setiap perizinan bangunan baru harus membuka dua kali lahan baru.

Sasaran yang akan dicapai antara lain :

  1. Meningkatkan produktivitas padi dari produksi 3,9 ton menjadi 6 – 7 ton dengan menggunakan lima tipikal lahan yang diujicobakan pada lahan seluas 5 Ha dengan sistem intensifikasi pertanian. Jangka waktu tanam selama tiga bulan. Jika cara ini berhasil maka akan dimasukan ke dalam kawasan percontohan.
  2. Meningkatkan frekuensi tanam agar bisa dua kali panen dalam setahun.
  3. Menyiapkan lahan yang benar-benar siap untuk ditanami

Masing-masing SKPD terkait menginventarisir  sarana dan prasarana yang diperlukan serta menentukan SKPD mana yang akan menjadi leader sektornya.

Anggota Rapat terdiri dari unsur          :

  1. Sekda Banjar
  2. Kepala BAPPEDA Kabupaten Banjar
  3. Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesra
  4. Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Banjar
  5. Badan Pelaksana Penyuluh Kabupaten Banjar
  6. Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar
  7. Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Kabupaten Banjar
  8. Kabid Sosbud Bappeda Kabupaten Banjar
  9. Kabid PL Bappeda Kabupaten Banjar
  10. Kasubbid SDA Bidang Perekonomian Bappeda Kabupaten Banjar
  11. Staf Bidang Perekonomian Bappeda Kabupaten Banjar

Leave a Reply

%d bloggers like this: