MENUJU KOTA YANG RAMAH LINGKUNGAN MELALUI RTBL KABUPATEN BANJAR

MARTAPURA – Dalam Rangka terarahnya penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan di kawasan Kertak Hanyar, Kecamatan Gambut, Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Sungai Tabuk dan Kecamatan Aluh-Aluh sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) guna mewujudkan tata bangunan dan lingkungan layak huni, berjati diri, produktif dan berkelanjutan sebagaimana yang diamanatkan oleh UU No. 28/2002 tentang bangunan gedung.  Pemerintah Kabupaten Banjar melalui BAPPEDA Kabupaten Banjar, Jumat (16/05) melaksanakan penyusunan RTBL untuk kawasan-kawasan tersebut bekerjasama dengan  Konsultan Perencana  dari PT. Jakarta Konsulindo yang mandapatkan mandat tugas dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Kalimantan Selatan.

Penyusunan RTBL dilatarbelakangi dari fungsinya sendiri yaitu: (i) sebagai produk pengaturan pemamfaatan ruang; (ii) sebagai dokumen panduan /pengendali pembangunan; (iii) mengarahkan jalannya pembanguan sejak dini; (iv) mewujudkan pemamfaatan ruang secara efektif, tepat guna dan kongkret; (v) mengendalikan pertumbuhan fisik suatu lingkungan/kawasan; (vi) menjamin implementasi pembangunan sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.  Semua fungsi tersebut nantinya akan menuju kepada arah konsep kota hijau (Kota Berkelanjutan) dimana kota hijau merupakan kota yang dibangun dengan tidak mengorbankan aset kota dan kota yang dapat dipahami sebagai kota yang ramah lingkungan berdasarkan perencanaan dan perancangan kota yang berpihak pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Kepala Bidang Fisik dan Prasarana, M. Riza Dauly, ST dan dihadiri Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Kalimantan Selatan ini Konsultan Perencana dari PT. Jakarta Konsulindo mengungkapkan bahwa untuk kawasan Kecamatan Kertak Hanyar dan Kecamatan Gambut sudah dibuatkan dokumen RTBL-nya oleh sebab itu disepakati bersama penyusunan yang ada di fokuskan pada kecamatan yang masih belum ada dokumennya seperti Kecamatan Sungai Tabuk, Kecamatan Aluh-Aluh dan Kecamatan Simpang Empat.  Ditambahkannya lagi bahwa sasaran dari penyusunan  RTBL yaitu untuk tersusunnya dokumen RTBL serta tersusunnya naskah peraturan bupati tentang penetapan dokumen RTBL.  Selain hal tersebut juga dalam acara yang terdiri dari paparan serta diskusi dan tanya jawab tersebut telah disepakati dan ditetapkan bersama tentang pembangunan kawasan baru  perkantoran Kecamatan Sungai Tabuk yaitu Desa Abumbun Jaya.

Perlu diketahui juga  bahwa RTBL dapat disinergikan seluruh perencanaan yang ada di suatu kawasan sehingga dapat mendukung dan memberikan kontribusi terhadap terwujudnya kota hijau yang berkelanjutan.  RTBL jiga merupakan upaya konservasi kawasan berskala lingkungan dalam dokumen yang disusun sesuai pedoman RTBL yaitu Permen PU No. 06/PRT/M/2007.

Acara ini dihadiri Satker  Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Kalimantan Selatan, Tim Anggota BKPRD Kabupaten Banjar, Konsultan Pendamping RTBL Kabupaten Banjar, serta instansi terkait lainnya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: