KABUPATEN BANJAR PERLUKAN SHOWROOM SASIRANGAN

Martapura, Sasirangan adalah kain khas suku Banjar di Kalimantan Selatan. Keunikan kain ini tampak pada ragam motifnya yang kaya dan beragam. Nama sasirangan sendiri berasal dari kata sirang (bahasa setempat) yang berarti diikat atau dijahit dengan tangan dan ditarik benangnya atau dalam istilah bahasa jahit dikenal dengan istilah dijelujur.

Kain sasirangan dulunya adalah pakaian adat yang biasa dipakai pada upacara-upacara adat. Bahkan kain ini mulanya digunakan untuk kesembuhan bagi orang yang tertimpa suatu penyakit (pamintaan). Pada zaman dulu kain sasirangan sebagai pakaian adat biasanya berupa ikat kepala (laung), sabuk untuk lelaki serta sebagai selendang, kerudung, atau udat (kemben) bagi kaum wanita.

Seiiring dengan perkembangan zaman, kain sasirangan kini tidak hanya menjadi pakaian adat tapi juga menjadi sandang khas Kalimantan Selatan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kain sasirangan kerap dijadikan bahan bagi busana pria maupun wanita yang dipakai sehari-hari, baik resmi atau non resmi. Selain itu, sasirangan juga tampak pada produk lain, yaitu kebaya, selendang, gorden, taplak meja, sapu tangan, sprei, dan lainnya.

Industri kerajinan Sasirangan yang relative muda dalam pengembangannnya jika dibandingkan dengan karajinan sejenis batik, songket dan lainnya yang sudah mendunia, maka pengembangan industri kerajinan sasirangan jika ingin sejajar industri kerajian sejenis, maka diperlukan langkah-langkah strategis dalam upaya pengembangan industry kerajianan sasirangan.

Bertempat di lantai III Aula BAPPEDA Kabupaten Banjar, Bidang Ekonomi BAPPEDA Kabupaten Banjar menggelar FGD (Fokus Group Discussion) Penyusunan Masterplan Showroom Bersama Pengembangan Kain Sasirangan yang dipimpin Kepala Sub Bidang SDA Muhammad Yamin, SP bekerjasama dengan konsultan CV. Itnasindo.

Penyusunan Masterplan Showroom bersama pengembangan kain sasirangan merupakan langkah konkrit upaya pemerintah Kabupaten Banjar dalam pengembangan industri kain sasirangan.

Dalam Penyusunan Masterplan ini pendekatan yang dilakukan yaitu dengan mengidentifikasi industri calon lokasi showroom bersama pemasaran kain sasirangan secara spesifik, sisi lokasi, kesiapan lahan, manajemen showroom dan lingkungan serta permasalahannya dan menyusun indikasi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan secara terpadu antar stakeholder baik yang bersifat fisik maupun non fisik.

Kemudian dari hasil rapat tersebut disepakati bahwa showroom sasirangan perlu dibentuk. Diharapkan dengan dibuatnya showroom dapat membuat industri kerajinan sasirangan dapat lebih berkontribusi nyata dalam meningkatkan kondisi ekonomi daerah, dan sentra industri kerajinan sasirangan menjadi kawasan – kawasan unggulan di Kabupaten Banjar. (Tim ADB/Eko)

Leave a Reply

%d bloggers like this: